HSG di Lab Pramita Medan

Histerosalpingografi (HSG) adalah pemeriksaan yang digunakan untuk memeriksa rahim dan saluran telur (tuba fallopi). Pemeriksaan menggunakan sinar X (rontgen). HSG memeriksa adanya kelainan ukuran atau bentuk rahim yang dapat menyebabkan infertilitas dan masalah pada kehamilan. Juga dapat menunjukkan apakah ada penyumbatan pada saluran telur.

http://drprima.com/kandungan/histerosalpingografi-hsg-pemeriksaan-untuk-deteksi-kelainan-rahim-dan-saluran-telur.html

Sewaktu di Penang kemarin, dokter Devindran menyuruh HSG. Tapi karena aku sudah lama selesai haid, HSG tidak dapat dilakukan di Penang. Dokter Devindran menyuruh HSG di Medan saja. Ya sudah, akhirnya tanya-tanya deh di mana HSG di Medan. Ternyata enggak banyak tempat buat HSG. Dulu RS Columbia bisa, sekarang harus ke Laboratorium gitu. RS Bunda Thamrin ada sih HSG-nya, cuma harus ada pengantar dari dokter mereka. Yasalam. Dokter Devindran mah nyuruh aja gitu, gak pake pengantar. Tanya-tanya teman, ternyata di Lab Pramita ada.

Oh ya, untuk tes HSG ini, di lab Pramita harus H+10 dan slot per hari enggak banyak, kalau tidak salah sih 3 slot pagi (pukul 07.00) dan 3 slot sore (pukul 16.00). Kapan waktu daftarnya? Tentu begitu kamu mendapatkan haid. Jadi aku langsung telpon deh dan buat janji untuk tanggal 4 Oktober 2017 kemarin. Meskipun sudah bikin janji rasanya masih deg-degan. Deg-degan karena dari blog-blog yang aku baca, semuanya bilang sakit. Semuanya bilang trauma. Makin ragu kan. Apalagi harus ke lab sendirian. Suami aku kan sibuk kerja di Jakarta sana demi bayar cicilan. Kadang-kadang iri sama yang enggak LDM.. (Lah, malah curcol!)

Selain itu kan deg-degan paling parah karena takut yaaaaa… Jangan-jangan tersumbat. Jangan-jangan aku enggak bisa hamil karena itu. Jangan-jangan…… Yak maklum ya, soalnya setiap orang yang bertanya “Udah hamil?” atau “Kok belum hamil?” selalu memberikan pandangan iba bin nyinyir penuh tuduhan. HAHAHAHA. Oh oh oh, lupa, adalah yang menyuruh pijat biar “BISA” hamil. Hmm…

Jadi pas hari HSG, aku super deg-degan. Sampai diare! Enggak bisa mikir lagi. Wajah pucat. Lemesh Shay! Pergilah ke Pramita naik Grab, eh pakai banyak jalan ditutup. Semakin deg-degan karena lama di jalan. Ketika sampai di Pramita, langsung ambil antrean. Perut mules lagi. Hahaha. Daftarlah dan bayar sebesar Rp1.198.000, eh tapi karena aku tahu ada diskon aku langsung bilang, mbak aku mau diskonnya, jadi didiskonlah menjadi Rp951.400, mayaaan. Kalau ke Pramita, jangan malu-malu tanya promo yang sedang berlangsung. Mereka tidak mau memberi tahu, kita harus aktif memastikan diskon dikenakan. Pramita ini suka beda saat di telepon dan di tempat. Jadi harus kita yang cerdas.

Setelah menunggu kira-kira sejam, aku dipanggil ke ruangan Rontgen 2. Disuruh lepas pakaian bagian bawah dan menggunakan kimono. Kemudian naik ke meja rontgen. Pertama-tama asisten labnya akan mengecek keadaan di bawah dan membersihkan dulu, misalnya jika ada keputihan atau sisa darah haid. Kalau kata dokternya aku masih ada sisa darah haid, jadi mereka membersihkan darah haidnya dulu. Setelah bersih, bagian bawah dimasukkan alat. Enggak tahu alat apa, pokoknya harus atur napas. Mirip-mirip USG Transvaginal sih, intinya adalah napas dan rileks. Setelah itu aku disuruh berbaring dengan kaki lurus dan cairan disemprotkan. Hmmm, rada aneh sih rasanya, kayak mau haid, tapi enggak sakit. Kuncinya sih napas teratur dan lemas, tangan tarok di atas kepala. setelah disemprot kemudian dirontgen. Bentar bangettttttt. Sampai bingung. Pas disuruh bangun aku pikir ganti posisilah atau apalah ternyata sudah selesai. Dokternya bilang, “Kalau enggak ada masalah memang cuma sebentar.” Ooohhh baiklah..

Habis rontgen aku disuruh bersih-bersih, dikasih pembalut dan berpakaian lagi. Kemudian aku tunggu di luar untuk hasilnya. Lah 5 menit sudah jadi hasilnya. Kirain bakal nunggu lama blabla. Ternyata total semua cuma 1,5 jam di mana 10 menit nunggu daftar, 60 menit nunggu antrean, 20 menit dari ganti baju, dibersihkan, rontgen, hingga mendapatkan hasil. Asyik kan.

Begitu hasil keluar langsung baca. Yeay, kedua tuba fallopii PATEN, ukuran rahim NORMAL. Puji Tuhan. Rasa deg-degan itu hilang sudah. Rahim konfirm RETRO. Rasanya pengen nunjukin ke orang-orang hasilnya, biar enggak berisik ya kan… Hmmm…

Jadi kesimpulannya adalah HSG itu tidak sakit jika mengatur napas dengan baik. Persiapkan diri dengan baik. Oh ya, aku mengoleskan YLEO stressaway di punggung dan leher, selain itu juga dihirup biar lebih rileks. Dan pastikan kalau ada diskon, kita mendapatkan, jadi berkurang rasa sakit karena harganya. Hahahahaha.

Selamat ber-HSG teman-teman seperjuangan.

xoxo,

S.

Iklan

Penang 2.0

Setelah akhir Juni ke Penang, September kemarin aku ke Penang lagi. Kali ini sama orang tuaku dan suami. Aku dan orangtuaku berangkat hari Kamis tanggal 14 September 2017 naik Airasia yang paling pagi, sedangkan suami berangkat hari Jumat tanggal 15 September 2017 naik Malaysia Airlines.

Hari Kamisnya kami check up papi mami dan hasilnya puji Tuhan bagus banget. Mami cuma perlu diet, hahahaaha… Kolesterolnya sih agak tinggi, but hello, cuma kolesterol.. Yang penting secara keseluruhan semuanya sehat. Kalau papi enggak usah sangsi lah ya, lebih sehat dari aku dan Anggiat pun… hahaha..

Aku juga ke dokter Devindran dan dokter Andrew. Dokter Devindran untuk USG Transvaginal lagi. Dokter Devindran nanya dong, “Kamu sebenarnya buat apa datang?” Hahahaha.. Jujurly eike juga bingung datang buat apa. Kagak ada masalah. Haid lancar-lancar aja. Tapi karena mulai Jumat dokternya cuti 2 minggu (INI GAK DIKASITAU PERWAKILAN LOH GUAN LYE!!!), jadilah aku datang saja dan sekalian minta dibuatin order untuk suami besok.

Sebelum ketemu dokter Devindran, sebenarnya aku kabur dulu ke Island Hospital untuk ketemu dokter Andrew, dokter mata. Aku mau mengecek mata ini. Sekalian semua tes deh. Foto fundus, OCT, dan biometri. Hasilnya puji Tuhan retina menempel. Hanya perlu kontrol setiap 6 bulan sekali untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Penglihatan tetap kabur sih tapi enggak masalah, harus bersyukur. Oh ya, kemarin tekanan bola mataku (TBM) sempat tinggi, 17 kiri dan 24 kanan. Tapi aku mikir sih karena aku capek banget. Rabunya masih kerja. Tidur udah hampir tengah malam, eh pukul 3 pagi berangkat ke Kualanamu. Begitu sampai di Penang, langsung mengantar mami papi ke rumah sakit kan untuk tes kesehatan, mereka sudah puasa dari pukul 10 malam hari Rabu juga. Karena proses tes kesehatan mami lengkap, aku tinggalin aja, aku daftar ke dokter Devindran aja dulu. Karena masih lama baru ada, aku ke dokter Andrew. Tuh, panjang kan kakiku. Jadilah TBM naik.

Tapi dokter Andrew memberikan COSOPT untuk menurutnkan TBM. Terus disuruh Jumat ketemu lagi. Lahhhh pas Jumat dicek TBM jadi 7. Aku tanyalah, “Dok, ini sejenis timol ya?” Dokter mengiyakan. Huft, pantesanlah. Aku pernah pakai timol waktu pendarahan di mata, yang ada TBM jadi 3. Huft. Setelah aku bilang gitu, dokter Andrew tetap meresepkan si cosopt buat bekal. Maret 2018 harus datang lagi. Baiklah…

Penang Berkabut

Pemandangan dari jendela apartemen. 😦

Jumat juga jadi hari paling UGHLALA di Penang. Banjir di mana-mana. Aku dan keluarga kan menginap di apartemen Mewah Court punya kak Meliana Panjaitan. Fasilitas lengkap loh, murah pulak. Cocok banget deh buat yang emang tes kesehatan. Sebenarnya jarak dari apartemen ke Loh Guan Lye (LSC) cuma 3 km atau 10 menit dengan Grab. Eh, ternyata hari itu hujan turun dengan super derasnya. Banjir di mana-mana. Stres banget loh. Dari Mewah Court ke LSC butuh 2 jam dong ditambah deg-degan suami enggak ada kabar. Eh pas dikabari, kabar pertama: “Koperku ditinggal di KUL”

Sampai di LSC langsung daftarin suami. Suami belum juga berangkat dari Bayan Lepas. Huft. Mami Papi udah bosen banget. Jadi kita ke kantin dulu deh, makan. Selesai makan, eh suami tersayang datang. Ya udah langsung makan lagi di depan, Sin Nam Huat. Abis makan beli simcard U-mobile yang mureeee banget.. 10 RM doang dapet 1,5 Gb hahahahaaha…

Papi mami super bosan nungguin kami. Jadi mereka mau keliling-keliling aja. Daebak, mereka naik bus mau keliling-keliling. Modal peta, hp, dan powerbank. Surprisingly, mereka oke-oke aja dan sampai di Mewah Court dong. Hari itu sebenarnya ulang tahun mami, tapi kami malah sibuk di rumah sakit. Beres dari rumah sakit sudah sore. Deg-degan juga, bisa pulang ga ya, secara masih hujan dan susah banget dapetin Grab. Terus kepikiran beli kue ultah mami deh, beli yang kecil aja buat ditiup biar enggak ngenes banget. Puji Tuhan dapet loh toko kue. Padahal Penang hari itu semacam lumpuh, banyak yang ga masuk kerja. Setelah kue didapatkan kami beli sosis dan bihun kering di supermarket dan makan sebentar di Subway, kemudian pulang dengan Grab.

Sampai apartemen, kita surprise-in mami deh. Wakakakakaka… Mami bete karena dia lagi gegoleran dan belum sisiran. Dasar si mami tukang masak, bihun kita langsung dimasak dengan bumbu seadanya dan yang pasti ENAK.

Besoknya Sabtu kita enggak tahu mau ngapain. Rumah sakit juga tutup karena hari libur nasional (Ini juga enggak dikasitau perwakilan LSC di Medan). Jadi pagi-pagi kami ke pasar. IYA PASAR. Mami mau lihat pasar di Penang. Ya sudah kami berempat ke pasar jalan kaki. Sempat muter-muter akhirnya ketemu juga. Pasar pagi dan pasar sore beda ternyata. Mami dong beli wajan!! Warbiasa. Mami juga katanya mau masak, jadi beli sayur dan tahu. Terus kami makan di Hawker gitulah. Pas mau pulang aku bujuk-bujuk biar naik Grab aja, secara jauh pasarnya. Akhirnya okelah pulang naik Grab. Lah ternyata cuma 600m ke apartemen. Tadi kita muter-muter enggak jelas.

Sampai apartemen kita siap-siap, mandi, makan dan lain-lain. Kita mau ke Penang Hill. Anggiat udah males aja ke situ, karena dulu kami pernah ke situ lamaaaaa banget. Dulu naik bus pulak kan. Ternyata naik Grab 20 menit aja. Gak jadi males deh dia. Ya sebenarnya gak ada sih yang istimewa dari Penang Hill, cuma kan karena papi mami belum pernah ya dicoba aja. Dari Penang Hill kita ke Komtar, buat ambil bus CAT yang gratis itu. Terus keliling-keliling di Armenian Street buat foto-foto. Karena akhir pekan, rame banget deh. Banyak yang jual makanan juga. Seru!

Penang Hill

Foto kekinian dulu.. Cuma Anggiat yang kidal. 😀

Dari Armenian Street kita ke Wellings Pharmacy buat beli vitaminlah. Harganya murah banget, bisa GST Refund pulak. Asik-asik. Kalau ke Penang wajib ke Wellings deh. Apa aja ada kayaknya. Mami buru-buru minta pulang karena dia mau ke toko kelontong di dekat apartemen. Hahahaha. Kayaknya bakal jadi toko favorit mami deh. Harganya murah dan lengkap. Kalau aku sih merasa nostalgia dengan masa kecil. Dulu sering disuruh ke grosir (toko kelontong) buat beli apa saja.

Hari Minggu hari terakhir di Penang. Santai-santai saja sih, terus mau ke bandara, pesawat kita pukul 15.55, pesawat suami pukul 17.55. Kayaknya kalau ke Penang lagi, Anggiat pulangnya bagusan transit Medan deh. Lebih banyak pilihan pesawat dan cepat sampai Jakarta.

Demikianlah perjalanan ke Penang bulan lalu. Nantikan perjalanan selanjutnya. Hahaha.

xoxo,

S.

 

Rumah Tangga Kekinian : LDM dan Konsekuensinya

LDM

Kayak ginilah LDM itu..

Bulan Agustus ini memasuki bulan kesepuluh saya dan suami LDM alias pernikahan jarak jauh. GALAU MAK. Terutama kala rindu menyerang. Hal-hal yang bisa dilakukan adalah telepon, baik suara maupun video. Kalau sudah tahap rindu setengah mati saya langsung buka traveloka. Beberapa kali sih ingin buka traveloka, tapi langsung tersadar ugak. Saya enggak ada budget untuk seenaknya berangkat ke Jakarta atau suami berangkat ke Medan meski rindu sudah di ubun-ubun. Hahahaha. Hal yang paling menyenangkan adalah kalau kita dapat tugas dari kantor ke kota pasangan. DUH RASANYA SURGA. Kimpoi gratis!

Dulu mikirnya,”Aelah gaji gw aja bisa PP Jakarta Medan tiap minggu naik garuda masih kembalian, santailah itu LDM.” DEM. Itu semua khayalan gadis polos, seus! Begitu menikah terlalu banyak pengeluaran yang tidak disangka-sangka. Cicilan pun tidak mau ketinggalan meramaikan warna kehidupan setiap pasangan pengantin baru. Jangan lupa, sebagai orang Batak, begitu nikah sudah wajib memberikan tumpak alias amplop di berbagai acara adat sosodara. Belum ikut arisan. Belum “balas” amplop teman-teman yang sudah datang ke acara kita. Belum biaya kalau bolos dari kantor demi melihat pujaan hati. Pengeluaran hantu blau pun juga entah dari mana adaaaa saja. Hihihihi..

Tenang, tarik napas. Hampir semua pengantin baru kayak gitu kok. Kecuali di belakang namanya ada “Bakrie”. Kalau masih nyonya biasa, normal kok punya cicilan. Beli rumah enggak murah, seus! Enggak ada cerita sekarang nyonya ongkang-ongkang kaki magabut dari suami. Cuma Nia Ramadhani yang bisa. Eh bahkan doi aja, endorse tuh di instagramnya.

Yang paling sedih itu kalau kita disuruh ikut suami secara instan. Ya kali kerjaan eug pakai sempritan saja eug bisa pindah. Pakai SK Mutasi broh. Nah, SK mutasi ini enggak sembarang keluar untuk jabatan eug, sekali atau dua kali setahun saja, bahkan pernah tidak keluar dalam setahun. Temen eug yang minta pindah dari November tahun lalu baru dikasih pindah lebaran kemarin. Ada lagi yang bilang, “Ya kalau lama proses ikut suami, resign saja! Suami jauh bahaya loh.”

Gile lu, Ndro!

Jaman dulu kali bisa begitu. Resign sesuka hati. Kalau saya resign, bayar-bayar keperluan hantu blau pakai apa? Sekarang saja aye masih makan dan tinggal di rumah orang tua demi penghematan maksimal. Puji Tuhan, suami eug anak baik budi (thanks to Inang). Enggak pernah eug lihat gatal kepada wanita maupun pria. Kebetulan saja doi bukan keluarga Bakrie, jadi kita harus merangkak berdua. Kan cinta. :3

Buat yang lagi persiapan nikah, kuy, diskusi dulu sama calon suami. Tujuannya apa? Prioritasnya apa? Kalau LDM bagaimana? Kalau ada hantu blau bagaimana? Makanya orang dulu selalu dilihat bibit-bobot-bebetnya alias buka-bukaang. Jangan polos-polos kalilah. 🙂

xoxo,

.

S

P.S: Sudah mulai rindu suami. Diffuse ylang-ylang dari Young Living ah.. :3

Let’s Face the Turbulence!

Yang sering naik pesawat pasti sudah biasa dengan adanya turbulensi. Saya pun begitu, tapi kalau ada suami suka lebih takut. Tau deh, mungkin manjanya keluar. Hahaha. Karena sudah sering juga naik pesawat demi menghadapi jarak dengan keluarga waktu kerja, jarak dengan si abang waktu pacaran dan jarak dengan suami sekarang. Demi bertemu, ancaman turbulensi pun kutempuh.

Akan tetapi turbulensi itu ternyata tidak hanya terjadi di pesawat. Di kehidupan nyata juga loh. Adaaaaa saja goncangan yang buat jantung panik. Rasanya campur aduk, nano nano. Misalnya ada pihak ketiga yang iri. Misalnya lagi ada pihak keempat yang kepo. Tapi hal-hal itu hanya dirasakan oleh saya si wanita. Kan bete ya. Suami saya suruh saya tenang, anteng, soalnya doi tidak merasakan apapun. Lah.

Tapi memang yang perasa banget itu kan wanita ya. Dikit-dikit dibawa ke pikiran. Dikit-dikit dibawa ke hati. Dikit-dikit nangis. Huahahaha. Dasar wanita!

Tidak jarang saya menangis sampai gemetaran. Rasanya saya sendiri. Rasanya suami saya tidak mengerti saya. Rasanya dia tidak dipihak saya. Ingin marah tapi tidak ada konfrontasi frontal. Apapun yang saya jelaskan, halus kasar, tetap mental. Alasannya karena tidak ada yang menyebutkan secara langsung bahwa yang sedang dibicarakan itu saya. Gemes kan? Hahaha.

Beberapa saat saya ada dalam kondisi terpuruk. Turbulensi yang saya rasakan agak kuat. Kalau di pesawat mungkin rasanya seperti ditimpa bagasi kabin yang terbuka karena turbulensi. Perih tapi tetap tidak bisa menyalahkan siapa-siapa selain saya sendiri. Kan saya yang dengan sadar naik pesawat rumah tangga?

Untuk sementara turbulensi saya berhenti. Pesawat sedang menghadapi langit cerah. Belum tahu kapan terjadi turbulensi lagi. Yang penting saya berusaha untuk belajar bagaimana tetap setrong menghadapi berbagai turbulensi yang akan datang. Saya harus berubah jika ingin suami saya berubah. Tentu ke arah yang benar.

1pet31-7

Saya sekarang lagi suka 1 Petrus 3:1-7 yang mengulas tentang pernikahan. Suami dan istri. Tidak ada pihak ketiga dan keempat. Kalau orang tua saya bilang. Pihak pertama sih suami-istri itu. Orang tua sudah terhitung pihak kedua. Sisanya sudah tiga, empat, lima, dan seterusnya alias enggak penting.

Berikut beberapa artikel yang sedang saya baca untuk mewaraskan saya. *sambil diffuse lavender* Semoga bisa mengajarkan saya dan suami tentang pernikahan Kristen.

http://www.sittingathisfeet.ca/marriage-1-peter-31-12/

http://www.sittingathisfeet.ca/reality-check-for-wives/

http://www.sittingathisfeet.ca/reality-check-for-husbands/

xoxo,

.

S

 

Check Up ke Loh Guan Lye

Libur lebaran yang panjang mengakibatkan keputusan impulsif. Hehehe. H-2 baru mau berangkat ke Penang, itupun impulsif juga mengajak mertua turut serta. Mana pertama mertua enggak mau.. Akhirnya mau juga sih setelah dibujuk-bujuk anak siampudannya.

Kami menghubungi beberapa rumah sakit untuk bikin janji temu baik melalui email maupun telepon langsung. Ternyata masih banyak dokter yang cuti. Saya pertama pengin ke Island Hospital. Saya mau konsultasi mata dengan dokter Andrew Lim dan mertua bisa ambil paket GLOW (Great Lives of Woman 2017).

IH_Glow 2017_Microsite_v3

Paket GLOW 2017 di Island Hospital

Tapi enggak jadi ambil paket Medical Check Up (MCU) di situ karena mertua enggak mau mammogram dan papsmear, lah kan sayang juga. Selain itu, dr Andrew Lim juga sedang cuti. Ya sudah, skiplah. Berpaling ke Loh Guan Lye Specialist (LSC). Dulu ibu saya pernah MCU di situ dan merasa puas meski akhirnya melanjutkan di Lam Wah Ee Hospital (LWEH), karena lebih cocok dengan dokter Low Eng Joo yang lebih senior plus harga di LWEH lebih murah JAUH. Saya menghubungi perwakilan Loh Guan Lye di Medan, namanya Julyana. Setiap rumah sakit di Penang memberikan layanan penjemputan di Bandara, jadi saya langsung daftarkan nama kami berempat. Lumayan, hemat RM40. 🙂

lsc-golden-age-package-rm350

Paket Golden Age di LSC

Kamis

Kamis pagi kami berangkat ke Penang. Mertua saya sudah berpuasa dari pukul 6 pagi agar dapat diambil darahnya untuk MCU sekitar pukul 3 sore. Tiba di Bandara Penang, amsyong, imigrasinya penuh banget. Bahkan sampai mengantre di tangga. Sepertinya ada 1 jam mengantre di situ. Hahahaha. Untungnya jemputan dari rumah sakit setia menunggu. Oh ya, sebelum ke imigrasi saya beli simcard tune seharga RM20 untuk 1.3Gb data dan ini habis pas saya di bandara Penang untuk pulang. 🙂

Pukul 1 siang waktu Penang kami tiba di LSC. Langsung titip koper di concierge (gedung baru) dan mendaftar. Hari itu yang daftar saya dan mertua. Untuk MCU kita disuruh ke Wellness di gedung lama. Kami memilih paket Golden Age untuk mertua ditambah USG untuk perut atas dan perut bawah. Setelah membayar, saya langsung menuju ke Obgyn dr. Sim Seng Keat. Saya tidak memilih dokter, saya memesan dokter yang tersedia saja melalui Bu Julyana. Ternyata beliau sedang operasi dan disuruh datang esok hari. Ah malas kan. Saya langsung menuju meja pendaftaran dan minta diubah ke Obgyn mana saja yang tersedia. Untunglah dr. Devindran mau ditambah 1 pasien (tapi kita di-charge overtime :D).

Lama juga menunggu di dr. Devindran (ruangan 127 lantai 1, fertility center, gedung lama). Serba salah, mau makan takut dipanggil. Tapi ya sudah lapar berat. Hiks. Saya dan suami dipanggil kira-kira pukul 5 sore. Saya mau pap smear dan USG transvaginal. Setelah di-USG dokter mengkonfirmasi bahwa rahim saya retro. Kalau menurut dr. Devindran rahim retro tidak mengurangi kesuburan. Hanya ada saran posisi yang paling baik untuk ovum lebih mudah dibuahi.Pas dicek juga ternyata itu saya berdarah, kata dokter sih infeksi. Dokter meresepkan diflucan 150mg 1 butir. Oh ya, dokter juga menyuruh saya periksa darah. Karena saya adalah pendonor darah aktif setahun lalu dan Desember 2016 sudah tes darah, tes darah saya disederhanakan saja, hanya Anti-Mullerian Hormone dan Rubella IgG. Ternyata mertua saya juga sudah selesai hari itu, karena hanya ambil darah. Hasil dan konsultasi ke dokter untuk mertua saya dilakukan esok hari Jumat, sedangkan saya di hari Sabtu. Selesailah hari Kamis kami di LSC.

Setelah beres dari rumah sakit kami ke hotel dan makan malam di sekitar hotel. Mencari makanan di Penang mudah, apalagi kalau enggak ada pantangan. Hmmmm… ENYAK. Restoran favorit suami adalah Sin Nam Huat dan De Tai Tong Restaurant. Harganya murah pulak. Restoran Sin Nam Huat letaknya persis di depan LSC gedung baru (jalan Macalister).

Jumat

Jumat pagi kami kembali ke rumah sakit, kali ini daftarin suami karena disuruh tes oleh dokter. Hari ini dr. Devindran enggak ada karena jadwal operasi seharian. Selesai tes, kami nungguin antrean dokter mertua. Ternyata lama juga baru dipanggil. Mungkin ramai karena akhir minggu. Hasil pemeriksaan ternyata tingkat kolesterol mertua tinggi. Jadi disarankan untuk tes selanjutnya, takutnya ada pembengkakan di jantung. Puji Tuhan ternyata setelah di USG, jantungnya aman, tes treadmill juga aman. Nutrisionis menyarankan untuk tidak makan nasi putih lagi dan memperbanyak asupan sayur dan buah. Syukurlah. Jumat kami di rumah sakit berakhir melegakan.

Setelah dari rumah sakit saya dan kakak ipar ke Wellings, buat beli vitamin mata titipan teman-teman group Ablatio & Floaters. Katanya sih harganya lebih murah daripada apotek di rumah sakit. Kalau ada yang kebetulan ke Penang, ke Wellings deh, banyak vitamin atau makanan sehat yang bisa diborong. Ssst, saya beli Himalayan Pink Salt murah banget di sana. Beres dari Wellings, kami kembali ke hotel untuk mandi. Karena pagi tadi kami enggak mandi dong. Wakakakakak. Buat makan malam kami menuju Queensbay Mall di Bayan Lepas yang ternyata jauh. Tapi enak loh makan di situ, di Go Noodle House. Oh ya, makanan di sini mengandung alkohol dan babi, jadi tidak untuk yang memiliki pantangan itu ya.

Sabtu

Akhirnya tiba hari Sabtu. Catat ya, ini medical trip. Ya tentu kami lebih sering ke rumah sakit dibanding beredar di mall. Hehehe. Hari Sabtu kami berdua ketemu dokter Devindran untuk membahas hasil darah saya dan hasil laboratorium suami. Dari hasil tes, angka Anti-Mullerian Hormone (AMH) saya normal. AMH ini digunakan untuk menghitung “cadangan” sel telur yang kita miliki. Yeay, berarti saya subur. Dokter juga menyuruh saya vaksin MMR karena Rubella IgG saya Negatif. Untung juga saya vaksin di sana, di Indonesia ternyata kosong. Suami juga periksa dan dokter memberikan suplemen. Saya sendiri diberikan asam folat 5mg untuk 2 bulan. Dua bulan lagi kami harus datang untuk kontrol. Mudah-mudahan saya sudah kurus. HAHAHAHA

Setelah beres dari rumah sakit, kita ke MALL lagi… HAHAHAHA.. Makan siang bentar lalu cus ke hotel ambil koper dan pesan GRAB 6 seater untuk ke bandara.

Bagaimana dengan hasil papsmear? Hasil papsmear dikirim lewat email. Soalnya hasil lab membutuhkan waktu 3-4 hari kerja. Sempat harap-harap cemas bok, berasa setahun nunggunya Puji Tuhan hasilnya bagus, tidak ada abnormalitas. Rekomendasi dokter ya papsmear sesuai jadwal saja.

Jadi begitulah liburan lebaran kami, check up ke Penang dan curi-curi wiskul. Kalau kata orang dulu, mumpung ada waktu, mumpung ada kesempatan. Iyalah, yang penting sehat-sehat ya kan.

xoxo,

S.

 

 

Libur Lebaran Kami

Mohon maaf lahir batin ya gengs.. :*

Libur lebaran yang panjang di tahun 2017 ini memang bikin semua pasangan berbahagia. Apalagi cuti bersama tidak memotong cuti tahunan. Asyik deh.  Terima kasih Pak Jokowi, ini liburan terpanjang setelah bulan madu. 🙂

Sehari saja staycation di Grand Mercure Maha Cipta Medan Angkasa bikin saya uring-uringan. Soalnya menginap di rumah mertua, mau asyik-masyuk kan segan yes. Hahahaha. Padahal kan sudah rindu setengah hidup sama suami yang ketemuan sekali sebulan. Istri-istri yang LDM dengan suaminya pasti paham sih. Rasanya panas dingin. Hahahahahahahaahahahaha.

Sudahlah dua hari ada acara keluarga dari pihak saya yang menyita waktu kami, masih juga di rumah saja, kan bosan dekku. Akhirnya, suami mengajak ke Penang. Wacana ke Penang sih sudah lama. Tapi berhubung masih banyak cicilan dan pengeluaran penting lainnya, ya diundur terus. Sampai kemarin THR-an tuh, ya sudah, mending pergi ke Penang. Pas banget waktunya, suami ga harus cuti dari kantor. Pas banget buat medical check up (MCU). Kami pergi berempat, saya, suami, mertua dan kakak ipar.

Jadilah kami sibuk hubungin rumah sakit. Lah, ternyata pada ramai. Island hospital ramai dan banyak dokter yang cuti, malah disuruh enggak usah datang saja. Hahahaha. Adventist dan Lam Wah Ee pasti antreannya kayak nunggu sembako, dari subuh pula. Sebenarnya dari lubuk hati, saya mau ke Lam Wah Ee saja karena pengalaman mama dulu oke banget dokternya plus harganya murah dan saya suka kantinnya. 🙂 Tapi ya, enggak kondusif juga karena kali ini bawa mertua. Enggak bisa antrelah. Jadilah ke Loh Guan Lye saja, mami dulu MCU di sini dan suka dengan pelayanannya. Waktu menghubungi Loh Guan Lye, paket dan dokter yang kami mau bisa. Ya sudah, asyik juga, rumah sakit tengah kota banget kan.

Yang paling nyesek dari semuanya beli tiket dan penginapan. Mahal beut. Klo normal ya, rute Medan-Penang 800rb sudah return include baggage. Yang sekarang 1,9 juta dongggg pulang pergi. Belum lagi hotel yang kami tempati ternyata sarapan dan kolam renangnya jauh dari ekspektasi. Jatuhnya lebih mahal tiket dan akomodasi daripada biaya rumah sakit. HUFT banget.

Selama tiga hari di Penang saya dan suami ke rumah sakit setiap hari. Kamis cuma dapat konsul dan ambil darah, Jumat cuma ke laboratorium, dan akhirnya Sabtu ke dokter lagi, untuk diskusi hasil dari pemeriksaan. Meski tiap hari, kami enggak seharian penuh kok di rumah sakit. Hari Kamis malam kami ke Gurney Plaza. Hari Jumatnya cuma sebentar saja, selesai dari rumah sakit kami cus ke Queensbay Mall di Bayan Lepas sampai tutup. Hari Sabtunya, kami sempatkan lagi ke Gurney Plaza. Hahahhaha… Ya gitu deh. Mall ke mall. Karena waktunya kurang, apalagi kan sebenarnya ini adalah medical trip.

Nanti pas ke Penang lagi pokoknya saya mau ajak suami ke Jetty, makan sosis murah di sana. Keliling pakai bus CAT. Nunggu bus di Komtar. Main ke rumah Cheong Fat Tze lagi. Ke Love Street. Ke Armenian Street. Just like the old days.

xoxo,

S

Staycation: Grand Mercure Maha Cipta Medan Angkasa

Tanggal 24 Juni 2017 kemarin saya dan suami menginap di hotel Grand Mercure Maha Cipta Medan. Ajegile ya nama hotelnya panjang bener. Dulunya hotel ini bernama hotel Grand Angkasa, kemudian akhir tahun lalu berubah nama dan tampilan. Tetap merupakan hotel jaringan Accor. Karena saya anggota berbayar Accor, saya lebih memilih untuk menginap di hotel jaringan Accor, biasanya lebih murah. Nah, Accor ini sering mengadakan sale. Kamar ini kami bayar dengan harga 50% diskon. HAHAHAHAHA..

Grand Angkasa Medan

Sebenarnya saya enggak terlalu suka dengan hotel ini. Memang sih kelasnya Grand Mercure (bintang lima) tapi pelayanannya DUH. Meja khusus anggota Accor saja kosong. Untuk check-in belum bisa online dan lamaaaa. Menyebalkan. Resepsionisnya bilang saya mendapat kamar upgrade, ih perasaan enggak ada beda dengan yang saya pesan. Saya malah harusnya dapat kamar di lantai atas, eh malah diganti ke lantai bawah. Kalau saya lihat di webnya, mungkin saya di-upgrade ke kamar yang baru renovasi. AH ELAH.

Benefit anggota yang bisa didapatkan di hotel ini adalah welcome drink dan welcome fruit. Yah lumayan sih daripada lumanyun. Welcome drink yang bisa dipilih adalah jus buah dan minuman ringan. DUH. Di Mercure Amsterdam dan Grand Mercure Singapore dapatnya wine bok. Jauh yes. Welcome fruit-nya lebih lucu lagi, apel-pisang-jeruk. Hahaha.

Hal yang saya suka dari hotel ini adalah kolam renang dan sarapannya. Mungkin karena lebaran ya, jadi restoran untuk sarapan sepi dan makanan jadi melimpah. Egg station ada, sosis ada, keju ada, dan yogurt ada. Paling penting buat saya ya 4 itu. Jadi saya suka. Hahaha. Kolam renang pun sepi, serasa milik pribadi. Oh ya, kolam renangnya tidak bau kaporit dan tidak membuat mata saya pedih. Secara saya kan baru setengah tahun operasi, sedikit parno terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan mata.

Saya kemarin upload-upload instastory tapi lupa simpan video dan gambar, jadi enggak bisa upload di sini. Nanti coba saya cek di kamera dan saya update di sini. Lain kali ya saya pasti ke sini karena hotel ini ya satu-satunya jaringan Accor di Medan. Sayang dong saya melewatkan benefit sebagai anggota Accor. Tapi kalau bayar harga normal saya enggak mau. NONONO.

xoxo,

S

Menstruasi (Lagi)

“Sendy sekarang gemuk banget.”

“Sendy sekarang makmur ya.”

“Sendy sudah isi ya?”

“Kirain sudah isi, soalnya gemukan.”

……..

Dan berbagai kalimat lainnya. Emak saya sendiri malah lebih sadis. “Sen, pahamu itu, besar kali, tinggal dipotong!!” Hahahaha.

Disclaimer:

Saya enggak marah kok dibilang gemuk, gendut, belum hamil. Enggak. Cuma sedih aja kenapa saya enggak semudah dulu diet. Suami jauh. Gak semudah anak-anak yang MBA itu hamil (mereka enggak perlu lihat tanggal subur kan? Hahaha..)

Serius deh. Sebelum nikah saya gampang saja tuh diet GM. Bahkan setelah operasi pertama saya bisa diet GM lagi. Memang sih saya enggak pernah kembali ke zaman magang 48kg. Tapi berat badan sekarang? Sontoloyo banget. Huhuhu.

Apa saya stres ya? (yaeyalahhh menurut ngana?)

Saya akhirnya memutuskan untuk mulai yoga lagi di Zucveda setelah setahun berhenti karena operasi retina. Dokter sudah kasih lampu hijau. Suami juga mendukung. Hore… Hari pertama yoga kembali, amsyong badan rasa mau patah, pegel parah. Tapi enak sih, keringatan dan lebih segar. Setelah 3 kali pertemuan, ternyata saya menstruasi. Stop dulu yoga, saya tak mampu melawan faktor M, MALAS. Huehue..

Menstruasi lagi setelah pulang berduaan dari Bali itu rasanya K-Z-L. Memang sih pas ke Bali enggak lagi masa subur. Tapi kaaaaaaaaaaan tetep gitu harapannya pengen jadi ya. Apalagi dokter mata saya sudah bolehin hamil. Kadang lucu ya, saya juga pasti bingung kalau punya bayi. Wong saya saja masih anak bayi. Makan masih dibuatin emak. Ngambil minum aja minta tolong adek. Masih ngambekan. Masih cepet KZL lihat orang yang rese. Masih belum bisa nahan diri untuk enggak nyinyir. Tapi tetap pengen. Pengen punya bayi lucu.

Pengen yang rambutnya bagus banget kayak Anggiat dan sehat 100%. Lebat dan lurus. Gampang diatur. Enggak perlu hair dryer. Enggak perlu bolak balik ke salon. Iri saya. 🙂 Selebihnya kalau dia mirip Gal Gadot (girl) atau  Jo In Sung (boy) saja saya sudah senang. Hahaha.

Back to topic. Menstruasi (lagi) kali ini tapi tidak begitu menyakitkan sih. Meskipun tetap sedih dan sekarang jadi muntah parah satu hari sebelum atau sakit pinggang tapi saya tidak nangis kesakitan. Sudah dua siklus saya enggak nangis kejer, pucat, dan merintih. Kalau dulu, pengen mokat saja. Sakit, Mas!

Ternyata setelah saya telusuri menstruasi saya tidak sebegitu menyakitkan lagi karena saya mengoleskan lavender dan frankincense dari Young Living di perut saya. Kalau kesakitan saat menstruasi saya tidak mau mengonsumsi obat. SERAM bok. Makanya mau yang alami-alami saja. Katryn menyarankan saya menggunakan lavender untuk mengurangi rasa sakitnya, berdasarkan pengalaman dia. Kata kak Dewi, dia menggunakan frankincense di seluruh badan karena bagus banget, apalagi buat daerah kewanitaan. Thank God, dua oil itu ada di paket Premium Starter Kit. Enggak ada salahnya saya coba kan. Eh, sekarang malah cinta mati. Tiap hari saya pakai. Hahahahaha..

Pengennya sih bulan depan saya enggak menstruasi dulu, hamil dulu gitu. Tapi ya balik lagi itu hak prerogatif Tuhan. Ada Amen sosodara?

xoxo,

S

49d0a4e127229619b21232633955bea6

 

 

Young Living Buka Kantor di Indonesia!

Saya lagi tergila-gila dengan Young Living Essential Oil. Yaaa terlambat kali ya kan… Sudah lama memang ini oil booming. Tapi harganya mahal, dapetnya susah pulak karena tokonya belum ada di Indonesia, biasanya pada pesan dari Singapura atau Australia. Tapi sekarang Young Living sudah hadir di Indonesia (yeay!) dan tentu saja masih di Jakarta dulu ya. Umurnya di Indonesia baru sebulanlah, tapi aslinya sudah lebih dari 2 dekade bok!

Selama ini selalu maju mundur belinya. Males karena beli dari luar, otomatis beli pakai kartu kredit dengan nilai tukar pasti lebih tinggi, belum lagi pengiriman dari luar. Kan pening. Jadi pas kemarin lihat ada di Jakarta (ternyata pula segedung dengan kantor suami tersayang) langsung seperti kode alam. Apalagi paginya diracuni teman kalau selama bulan Mei 2017 ada promo diskon 10% untuk Premium Starter Kit. Kan sebagai wanita modis, jiwa belanja daku tertantang.  Hahahaha. Setelah googling lagi dan minta izin suami, terbelilah Premium Starter Kitnya.

Memang sih kelihatannya mahal ya, 2,15 juta. Tapi kalau dilihat isinya sih untung banget, dapat 1 diffuser dan 12 oilnya. Coba ya kita perkirakan harga satuannya.

Premium Starter Kit (Harga Normal Rp2.393.000)

  • 1 Dewdrop diffuser à258rb
  • 1 Stressaway 5ml à300rb
  • 1 Aromaease 5 ml à750rb
  • 10 botol kosong @2ml à gratis lah ya
  • 1 aroma glide roller fitment à cincai
  • 10 oil tambahan:
    • Citrus Fresh 5ml -> 150rb
    • Copaiba 5ml -> 430rb
    • Frankincense 5ml ->730rb
    • Lavender 5ml -> Ini anggap paket ya karena diffuser biasa termasuk 2 oil
    • Lemon 5 ml -> Ini anggap paket ya karena diffuser biasa termasuk 2 oil
    • Panaway 5 ml -> 800rb
    • Peppermint 5ml -> 205rb
    • RC 5ml -> 205rb
    • Purification 5ml -> 190rb
    • Thieves 5ml -> 340rb

TOTAL Rp5.153rb

Kalau kita jadi member kan bisa dapet 24% diskon dari harga normal. Setelah dikurangi 24% juga Rp3.916rb. Tetap lebih untung kalau beli Premium Starter Kit kan.

Maka dari itu, langsung saya serbu kantor Young Living dan langsung jadi member untuk beli Premium Starter Kit dengan hanya Rp2.153.700. Menang banyak, sis!

Nah, mumpung saya sudah jadi member, yuk jadi member juga. Untuk ke depan kita sudah bisa beli dengan harga member. Kan asyik, beli semua oil dengan harga member.

Young Living – Anggreini Purba (Member ID : 4113789, HP: 081281760022)

xoxo,

.

S

Mengurus Surat Pindah Antar dan Datang (Medan ke Jakarta)

Saya bahagia sudah selesai mengurus surat-surat gila ini. Serius. Saya hampir gila. Kalau hambatan yang ada di kelurahan atau kecamatan masih bisa saya tolerir sih, misal petugas tidak berada di tempat karena memang ada tugas ke luar kantor. Tapi di Disdukcapil? Widih…..

Kekecewaan saya:

  1. Telepon tidak pernah diangkat -> Duh, nyerah deh… Saya sudah coba berkali-kali. Mustahil diangkat.
  2. Surat Kuasa -> Saya mengurus surat pindah suami harus pakai surat kuasa dengan ditandatangani 2 orang saksi. Gile. Saya bawa akta nikah asli loh! (Sepertinya mereka tidak percaya dengan Akta Nikah saya yang mereka keluarkan dan takut saya memindahkan suami saya tanpa suami saya tahu!)
  3. Jawaban Petugas -> Saya rasa sih ini bukan PNS di situ. Jawabannya sadis, sombong dan tidak sopan. Tapi mungkin sopan menurut dia beda sih. Gile deh.
  4. Tidak cukup sehari -> Butuh berhari-hari adu logika, otot, mulut dan sumpah serapah.

Yang lucu sekali dari penjelasan oknum gila itu, surat pindah saya tidak bisa dibuat karena data tidak sesuai. Di database negara, pendidikan saya masih SD padahal sudah sarjana. Di database negara juga, pekerjaan saya masih pelajar padahal sudah PNS. Saya tanya apa yang harus saya lakukan untuk mengubah itu, jawabannya ke loket sebelah (saya lupa nomor loketnya, yang mengurusi data KTP lah pokoknya). Loket yang ditunjuk itu “dijaga” anak PKL SMK. Saya disuruh melengkapi bukti-buktinya seperti ijazah dan nametag. Saya lengkapi punya saya dan suami. Saya sertakan fotokopinya. Jengjeng, setelah keluar suket pindahnya, TETAP saja loh saya SD dan pelajar. :))

Kadang saya lucu, waktu saya buat surat-surat untuk menikah, KOK bisa gitu data saya tidak sama dengan database negara? Bisa tuh data paling update….. :’)

Sudahlah ya, saya juga pusing dan super kesal.

Oh ya, umur Surat Keterangan Pindah Antar ini hanya berlaku sebulan, berarti harus buru-buru memasukkan berkas ke kelurahan di Jakarta. Ternyata di Jakarta seru loh. Bisa tuh diwakilkan oleh suami saya dan tidak perlu surat kuasa.

Sebelum memasukkan berkas di Jakarta, saya mencoba menelepon kantor Kelurahan Rawajati terlebih dahulu. DAN DIANGKAT DONG. Saya merasa saya berhalusinasi. Hahahaha. Semua pertanyaan saya dijawab petugas. Ada sih yang terlewat saya tanyakan saking  shocknya hahahaa.

Menurut petugas, syarat utama mendapatkan KTP, saya harus punya Surat Keterangan Pindah Antar dari daerah asal dan Surat Keterangan Domisili (SKD). Karena suami punyanya apartemen di Kalibata City, ya sudah kita minta SKD dari Kalibata City. Ini dapat dimohonkan ke customer service dengan membawa fotokopi surat keterangan pindah, fotokopi KTP, fotokopi KK, foto terbaru ukuran 3×4 3 lembar. SKD bisa diambil 3 hari kerja setelah berkas diterima. Oh ya, customer service Kalibata City buka juga setengah hari di hari Sabtu. 🙂

SKD beres, suami langsung masukkan berkas ke sudin, karena menurut kelurahan bisa langsung ke sudin kalau mau cepat. Lah tapi lupa nanya lagi apa yang harus dibawa, ternyata perlu surat pengantar dari kelurahan. Hahahaha. Akhirnya sudahlah buat di kelurahan saja. Kita disuruh datang lagi 14 hari kerja kemudian untuk foto. Saya sih sebenarnya yang difoto karena saya belum e-KTP. Iya, e-KTP saya belum ada, padahal sudah foto Mei 2015. Entahlah kenapa. Mungkin saya sial sekali kalau berurusan dengan disdukcapil.

Karena saya ke Jakarta sekalian kontrol mata, paginya saya ke dokter dulu. Ternyata ramai sekali. Saya baru selesai dari dokter pukul 1 kurang. Buru-buru saya ke kantor suami untuk makan siang dan bareng ke kelurahan. Pukul 3 kurang kita sampai di kelurahan. Ternyata ada berkas kita yang kurang dan salah. Ternyata petugas sudin salah ambil, yang diambil adalah fotokopi bukan asli. Salah suami sih, fotokopinya berwarna. Hahahaha. Untung saya sudah berada di Jakarta di mana pemkotnya OKEOKE. Suami saya disarankan naik ojek ke Sudin sedangkan saya disarankan petugas untuk menunggu saja di kelurahan supaya cepat. Nanti kalau sudah ok, lewat telepon dulu beritahu bahwa sudah aktif. Aktif di sini maksudnya saya sudah masuk ke database Kelurahan Rawajati.

Agak lama suami sampai ke Sudin Jaksel karena memang macet. Untung antrean sudah sepi. Buru-buru dilengkapi berkas dan kemudian menelepon saya mengatakan, “Dek, sudah aktif.” Saya langsung sampaikan ke petugas kelurahan. Saya masuk ke ruang foto. Eh ternyata setelah database dibuka, perekaman data saya sudah ada cukup mengubah yang pendidikan dan pekerjaan tadi. Oh ya, petugas juga menanyakan golongan darah. Setelah itu petugas kelurahan mencetak Surat Keterangan dan Kartu Keluarga. Dan suami naik ojek lagi kembali ke kelurahan. Dan seperti itulah saya sudah sah menjadi anak Jaksel!

DUA jempol untuk petugas Kelurahan Rawajati dan Suku Dinas Jakarta Selatan. Dan saya paham bahwa pelayanan super prima mereka tidak lepas dari pimpinan mereka bekerja dengan benar. Terima kasih Pak Basuki Tjahaja Purnama! Gbu!

xoxo,

.

S

Disdukcapil Kota Medan

Jl. Iskandar Muda No.270, Petisah Tengah, Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara 20151, Indonesia

Telepon 061-4527110 (Banyak berdoa biar diangkat)

Kelurahan Rawajati

Jalan Rawajati Barat, RT. 006 / 004, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12750

Telepon 021-7902273, 021-7996204

Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Selatan

Jalan Radio 5 Nomor 1 Jakarta Selatan

Telepon 021-72801284 / 85