Menstruasi (Lagi)

“Sendy sekarang gemuk banget.”

“Sendy sekarang makmur ya.”

“Sendy sudah isi ya?”

“Kirain sudah isi, soalnya gemukan.”

……..

Dan berbagai kalimat lainnya. Emak saya sendiri malah lebih sadis. “Sen, pahamu itu, besar kali, tinggal dipotong!!” Hahahaha.

Disclaimer:

Saya enggak marah kok dibilang gemuk, gendut, belum hamil. Enggak. Cuma sedih aja kenapa saya enggak semudah dulu diet. Suami jauh. Gak semudah anak-anak yang MBA itu hamil (mereka enggak perlu lihat tanggal subur kan? Hahaha..)

Serius deh. Sebelum nikah saya gampang saja tuh diet GM. Bahkan setelah operasi pertama saya bisa diet GM lagi. Memang sih saya enggak pernah kembali ke zaman magang 48kg. Tapi berat badan sekarang? Sontoloyo banget. Huhuhu.

Apa saya stres ya? (yaeyalahhh menurut ngana?)

Saya akhirnya memutuskan untuk mulai yoga lagi di Zucveda setelah setahun berhenti karena operasi retina. Dokter sudah kasih lampu hijau. Suami juga mendukung. Hore… Hari pertama yoga kembali, amsyong badan rasa mau patah, pegel parah. Tapi enak sih, keringatan dan lebih segar. Setelah 3 kali pertemuan, ternyata saya menstruasi. Stop dulu yoga, saya tak mampu melawan faktor M, MALAS. Huehue..

Menstruasi lagi setelah pulang berduaan dari Bali itu rasanya K-Z-L. Memang sih pas ke Bali enggak lagi masa subur. Tapi kaaaaaaaaaaan tetep gitu harapannya pengen jadi ya. Apalagi dokter mata saya sudah bolehin hamil. Kadang lucu ya, saya juga pasti bingung kalau punya bayi. Wong saya saja masih anak bayi. Makan masih dibuatin emak. Ngambil minum aja minta tolong adek. Masih ngambekan. Masih cepet KZL lihat orang yang rese. Masih belum bisa nahan diri untuk enggak nyinyir. Tapi tetap pengen. Pengen punya bayi lucu.

Pengen yang rambutnya bagus banget kayak Anggiat dan sehat 100%. Lebat dan lurus. Gampang diatur. Enggak perlu hair dryer. Enggak perlu bolak balik ke salon. Iri saya. 🙂 Selebihnya kalau dia mirip Gal Gadot (girl) atau  Jo In Sung (boy) saja saya sudah senang. Hahaha.

Back to topic. Menstruasi (lagi) kali ini tapi tidak begitu menyakitkan sih. Meskipun tetap sedih dan sekarang jadi muntah parah satu hari sebelum atau sakit pinggang tapi saya tidak nangis kesakitan. Sudah dua siklus saya enggak nangis kejer, pucat, dan merintih. Kalau dulu, pengen mokat saja. Sakit, Mas!

Ternyata setelah saya telusuri menstruasi saya tidak sebegitu menyakitkan lagi karena saya mengoleskan lavender dan frankincense dari Young Living di perut saya. Kalau kesakitan saat menstruasi saya tidak mau mengonsumsi obat. SERAM bok. Makanya mau yang alami-alami saja. Katryn menyarankan saya menggunakan lavender untuk mengurangi rasa sakitnya, berdasarkan pengalaman dia. Kata kak Dewi, dia menggunakan frankincense di seluruh badan karena bagus banget, apalagi buat daerah kewanitaan. Thank God, dua oil itu ada di paket Premium Starter Kit. Enggak ada salahnya saya coba kan. Eh, sekarang malah cinta mati. Tiap hari saya pakai. Hahahahaha..

Pengennya sih bulan depan saya enggak menstruasi dulu, hamil dulu gitu. Tapi ya balik lagi itu hak prerogatif Tuhan. Ada Amen sosodara?

xoxo,

S

49d0a4e127229619b21232633955bea6

 

 

Young Living Buka Kantor di Indonesia!

Saya lagi tergila-gila dengan Young Living Essential Oil. Yaaa terlambat kali ya kan… Sudah lama memang ini oil booming. Tapi harganya mahal, dapetnya susah pulak karena tokonya belum ada di Indonesia, biasanya pada pesan dari Singapura atau Australia. Tapi sekarang Young Living sudah hadir di Indonesia (yeay!) dan tentu saja masih di Jakarta dulu ya. Umurnya di Indonesia baru sebulanlah, tapi aslinya sudah lebih dari 2 dekade bok!

Selama ini selalu maju mundur belinya. Males karena beli dari luar, otomatis beli pakai kartu kredit dengan nilai tukar pasti lebih tinggi, belum lagi pengiriman dari luar. Kan pening. Jadi pas kemarin lihat ada di Jakarta (ternyata pula segedung dengan kantor suami tersayang) langsung seperti kode alam. Apalagi paginya diracuni teman kalau selama bulan Mei 2017 ada promo diskon 10% untuk Premium Starter Kit. Kan sebagai wanita modis, jiwa belanja daku tertantang.  Hahahaha. Setelah googling lagi dan minta izin suami, terbelilah Premium Starter Kitnya.

Memang sih kelihatannya mahal ya, 2,15 juta. Tapi kalau dilihat isinya sih untung banget, dapat 1 diffuser dan 12 oilnya. Coba ya kita perkirakan harga satuannya.

Premium Starter Kit (Harga Normal Rp2.393.000)

  • 1 Dewdrop diffuser à258rb
  • 1 Stressaway 5ml à300rb
  • 1 Aromaease 5 ml à750rb
  • 10 botol kosong @2ml à gratis lah ya
  • 1 aroma glide roller fitment à cincai
  • 10 oil tambahan:
    • Citrus Fresh 5ml -> 150rb
    • Copaiba 5ml -> 430rb
    • Frankincense 5ml ->730rb
    • Lavender 5ml -> Ini anggap paket ya karena diffuser biasa termasuk 2 oil
    • Lemon 5 ml -> Ini anggap paket ya karena diffuser biasa termasuk 2 oil
    • Panaway 5 ml -> 800rb
    • Peppermint 5ml -> 205rb
    • RC 5ml -> 205rb
    • Purification 5ml -> 190rb
    • Thieves 5ml -> 340rb

TOTAL Rp5.153rb

Kalau kita jadi member kan bisa dapet 24% diskon dari harga normal. Setelah dikurangi 24% juga Rp3.916rb. Tetap lebih untung kalau beli Premium Starter Kit kan.

Maka dari itu, langsung saya serbu kantor Young Living dan langsung jadi member untuk beli Premium Starter Kit dengan hanya Rp2.153.700. Menang banyak, sis!

Nah, mumpung saya sudah jadi member, yuk jadi member juga. Untuk ke depan kita sudah bisa beli dengan harga member. Kan asyik, beli semua oil dengan harga member.

Young Living – Anggreini Purba (Member ID : 4113789, HP: 081281760022)

xoxo,

.

S

Mengurus Surat Pindah Antar dan Datang (Medan ke Jakarta)

Saya bahagia sudah selesai mengurus surat-surat gila ini. Serius. Saya hampir gila. Kalau hambatan yang ada di kelurahan atau kecamatan masih bisa saya tolerir sih, misal petugas tidak berada di tempat karena memang ada tugas ke luar kantor. Tapi di Disdukcapil? Widih…..

Kekecewaan saya:

  1. Telepon tidak pernah diangkat -> Duh, nyerah deh… Saya sudah coba berkali-kali. Mustahil diangkat.
  2. Surat Kuasa -> Saya mengurus surat pindah suami harus pakai surat kuasa dengan ditandatangani 2 orang saksi. Gile. Saya bawa akta nikah asli loh! (Sepertinya mereka tidak percaya dengan Akta Nikah saya yang mereka keluarkan dan takut saya memindahkan suami saya tanpa suami saya tahu!)
  3. Jawaban Petugas -> Saya rasa sih ini bukan PNS di situ. Jawabannya sadis, sombong dan tidak sopan. Tapi mungkin sopan menurut dia beda sih. Gile deh.
  4. Tidak cukup sehari -> Butuh berhari-hari adu logika, otot, mulut dan sumpah serapah.

Yang lucu sekali dari penjelasan oknum gila itu, surat pindah saya tidak bisa dibuat karena data tidak sesuai. Di database negara, pendidikan saya masih SD padahal sudah sarjana. Di database negara juga, pekerjaan saya masih pelajar padahal sudah PNS. Saya tanya apa yang harus saya lakukan untuk mengubah itu, jawabannya ke loket sebelah (saya lupa nomor loketnya, yang mengurusi data KTP lah pokoknya). Loket yang ditunjuk itu “dijaga” anak PKL SMK. Saya disuruh melengkapi bukti-buktinya seperti ijazah dan nametag. Saya lengkapi punya saya dan suami. Saya sertakan fotokopinya. Jengjeng, setelah keluar suket pindahnya, TETAP saja loh saya SD dan pelajar. :))

Kadang saya lucu, waktu saya buat surat-surat untuk menikah, KOK bisa gitu data saya tidak sama dengan database negara? Bisa tuh data paling update….. :’)

Sudahlah ya, saya juga pusing dan super kesal.

Oh ya, umur Surat Keterangan Pindah Antar ini hanya berlaku sebulan, berarti harus buru-buru memasukkan berkas ke kelurahan di Jakarta. Ternyata di Jakarta seru loh. Bisa tuh diwakilkan oleh suami saya dan tidak perlu surat kuasa.

Sebelum memasukkan berkas di Jakarta, saya mencoba menelepon kantor Kelurahan Rawajati terlebih dahulu. DAN DIANGKAT DONG. Saya merasa saya berhalusinasi. Hahahaha. Semua pertanyaan saya dijawab petugas. Ada sih yang terlewat saya tanyakan saking  shocknya hahahaa.

Menurut petugas, syarat utama mendapatkan KTP, saya harus punya Surat Keterangan Pindah Antar dari daerah asal dan Surat Keterangan Domisili (SKD). Karena suami punyanya apartemen di Kalibata City, ya sudah kita minta SKD dari Kalibata City. Ini dapat dimohonkan ke customer service dengan membawa fotokopi surat keterangan pindah, fotokopi KTP, fotokopi KK, foto terbaru ukuran 3×4 3 lembar. SKD bisa diambil 3 hari kerja setelah berkas diterima. Oh ya, customer service Kalibata City buka juga setengah hari di hari Sabtu. 🙂

SKD beres, suami langsung masukkan berkas ke sudin, karena menurut kelurahan bisa langsung ke sudin kalau mau cepat. Lah tapi lupa nanya lagi apa yang harus dibawa, ternyata perlu surat pengantar dari kelurahan. Hahahaha. Akhirnya sudahlah buat di kelurahan saja. Kita disuruh datang lagi 14 hari kerja kemudian untuk foto. Saya sih sebenarnya yang difoto karena saya belum e-KTP. Iya, e-KTP saya belum ada, padahal sudah foto Mei 2015. Entahlah kenapa. Mungkin saya sial sekali kalau berurusan dengan disdukcapil.

Karena saya ke Jakarta sekalian kontrol mata, paginya saya ke dokter dulu. Ternyata ramai sekali. Saya baru selesai dari dokter pukul 1 kurang. Buru-buru saya ke kantor suami untuk makan siang dan bareng ke kelurahan. Pukul 3 kurang kita sampai di kelurahan. Ternyata ada berkas kita yang kurang dan salah. Ternyata petugas sudin salah ambil, yang diambil adalah fotokopi bukan asli. Salah suami sih, fotokopinya berwarna. Hahahaha. Untung saya sudah berada di Jakarta di mana pemkotnya OKEOKE. Suami saya disarankan naik ojek ke Sudin sedangkan saya disarankan petugas untuk menunggu saja di kelurahan supaya cepat. Nanti kalau sudah ok, lewat telepon dulu beritahu bahwa sudah aktif. Aktif di sini maksudnya saya sudah masuk ke database Kelurahan Rawajati.

Agak lama suami sampai ke Sudin Jaksel karena memang macet. Untung antrean sudah sepi. Buru-buru dilengkapi berkas dan kemudian menelepon saya mengatakan, “Dek, sudah aktif.” Saya langsung sampaikan ke petugas kelurahan. Saya masuk ke ruang foto. Eh ternyata setelah database dibuka, perekaman data saya sudah ada cukup mengubah yang pendidikan dan pekerjaan tadi. Oh ya, petugas juga menanyakan golongan darah. Setelah itu petugas kelurahan mencetak Surat Keterangan dan Kartu Keluarga. Dan suami naik ojek lagi kembali ke kelurahan. Dan seperti itulah saya sudah sah menjadi anak Jaksel!

DUA jempol untuk petugas Kelurahan Rawajati dan Suku Dinas Jakarta Selatan. Dan saya paham bahwa pelayanan super prima mereka tidak lepas dari pimpinan mereka bekerja dengan benar. Terima kasih Pak Basuki Tjahaja Purnama! Gbu!

xoxo,

.

S

Disdukcapil Kota Medan

Jl. Iskandar Muda No.270, Petisah Tengah, Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara 20151, Indonesia

Telepon 061-4527110 (Banyak berdoa biar diangkat)

Kelurahan Rawajati

Jalan Rawajati Barat, RT. 006 / 004, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12750

Telepon 021-7902273, 021-7996204

Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Selatan

Jalan Radio 5 Nomor 1 Jakarta Selatan

Telepon 021-72801284 / 85

 

Update Nikahan Semester 1

Hihihi… Ternyata udah 1 semester aja jadi istri orang. Ini pun barusan dihitung karena lihat tanggalan di laptop. Huehehe..

Semester pertama ini benar-benar jumpalitan. Banyak banget hal-hal yang di luar ekspektasi.

November 2016.

Bulan madu. Masih indah shaaayyy. Walaupun ada juga kesel-kesel dikit, biasalah aank muda. Thanks to Autumn in Europe, kita jadi sering peluk-pelukan. :))

Desember 2016.

Aku operasi evakuasi silikon di JEC. Wah di bulan ini rasanya campur aduk. Di satu sisi sangat membutuhkan kehadiran suami 24 jam. Di sisi lain suami lagi “bayar” kerjaan yang ditinggal selama cuti. Belum lagi duit abis gitu aja. Nangis, marah, dan makan. Ckckck.

Januari 2017.

Bulan paling nista kayaknya. Cuma ketemu sehari setengah sama suami di bulan ini. Abis operasi aku belum boleh capek. Suami pun belum boleh cuti lagi. Duit juga masih habis. Berat badan menyentuk 62 kg.

Februari 2017.

Ini suami ke Medan deh dalam rangka tugas. Kirain kayak kantor lain. Kalau tugas hari Senin, Jumat malam sudah bisa berangkat ke kota tujuan. Leh, suami berangkat hari Minggu. nasib. Yang ada gigit jari. 😦

Maret 2017.

Giliran aku yang tugas ke Jakarta dan sekalian kontrol mata ke Jakarta. Yeay. Senang-senang-senang deh gambaran bulan ini.

April 2017.

Suami ke Medan. Cuma 2 hari. Gusti, gini banget deh. Bentaran banget ketemu. Pelukan aja kurang banget. :((

Demikianlah satu semester terlewati. Hahahaha. Dan tentu saja, pertanyaan yang paling sering aku dengar,”Sudah isi?”

Lalalala. Jawabannya belum Pak/Bu/Bang/Kak/Dek/Bro/Sis/Shay. Suami aku enggak kerja di hari Sabtu aja aku bisa sujud syukur. :))

Sabar yes. Kita juga lagi diuji kesabarannya. Doain ya semoga bisa segera menjawab dengan “Iyaaa, sudaaaah…. Hohohohoho…”

xoxo,

.

S.

 

Aku Mau ke Sana dengan Kamu!

Semenjak nikah, saya apa-apa maunya sama suami. Apalagi kalau soal jalan-jalan. Mau sama suami ke destinasi impian. Romantis kali!

Destinasi impian berarti destinasi yang belum kesampaian. Kebetulan destinasi impian saya sendiri sudah bisa dibilang kesampaian meski tidak lengkap. Bulan madu ke Eropa. 🙂

Setelah satu impian tercapai, harus mimpi lagi dong. Sempat tidak ada inspirasi karena toh sudah ke Eropa. Sampai suatu ketika saya bertanya kepada suami saya yang jaraaang banget ngomongin keinginannya.

“Abang, abang itu penginnya ke mana sih?” (sambil ndusel-ndusel manja.. >.<)

“Mana saja boleh, Adek..” (tipikal suami saya, lempeng)

“Yang pengin banget gitu, Bang.. Masa sih enggak ada?”(setengah maksa)

“Hmmm.. Abang penginlah lihat Aurora Borealis, Adek..” (tetap lempeng, tapi dia ngomong!)

“Wow.. Kenapa enggak bilang, ke situ kian kita..”

“Tapi adek mau ke Amsterdam, Praha, Roma..” (Yah begitulah suami saya.. 🙂 )

Akhirnya sekarang saya tahu suami saya pengin banget liat Aurora Borealis. Dia bilang,”Keren aja gitu adek, kayak WOW gitu.” Sejak saat itu destinasi impian saya sekarang adalah ke tempat lihat Aurora Borealis dengan suami!

northernlights

Credit: Northern Light Centre Canada

aurora

Credit : Space Weather Prediction Center US Government

Fotonya berasa MAGIC gitu kan.. Coba deh googling dengan kata kunci “Real Aurora Borealis“, bikin sesak napas kan!

Siapa coba yang enggak mau ke sana?

Selain karena suami yang ngebet mau ke sana, saya juga jadi kepengin. Kok?

Hihihi. Iya soalnya yang pertama dia jauh, jadi nambah pengalaman merasakan airline baru. Kedua, aurora enggak bisa dilihat di Indonesia jadi harus ke sana. Ketiga, saya pengin sesak napas lihat langsung. Kebayang enggak sih minum cokelat hangat bareng suami sambil lihat Aurora Borealis ini? Akkkk….

Sekarang saya rajin cari-cari info cara ke sana, biaya berapa, butuh waktu berapa lama terus perlengkapan apa saja yang diperlukan. Karena saya enggak mau kedinginan di sana. Secara suhu 0 derajat celcius di Berlin buat saya beku dan kere. Perjalanan berikutnya ke negara dingin harus lebih siap.

Banyak tempat sih untuk melihat Aurora Borealis, yang penting dekat dengan kutub utara dan langit yang cerah. Setelah pencarian yang masif, saya memutuskan akan ke Alta di Norwegia saja untuk melihatnya. Tapi mungkin masih bisa berubah tergantung hepeng! Pokoknya yang bisa lihat Aurora Borealislah..

Saya pengin banget bisa berdua ke sana dan lihat wajah suami saya super bahagia karena liburan ke destinasi impiannya. Yang pasti sih sekarang nabung uang dan nabung cuti dulu. Hahaha..

P.S: Tulisan di atas diikutsertakan untuk giveaway milik Nyonya Sepatu dan Jalan2liburan

Mengurus Catatan Sipil di Medan

Hal yang paling penting diurus oleh calon pengantin adalah Catatan Sipil sebagai bukti sahnya perkawinan. Di Indonesia perkawinan hanya akan diakui oleh negara dan tercatat di catatan sipil jika sudah menikah secara agama. Saya hanya akan menceritakan pengalaman saya ya. Masalah syaratnya, lihat sendiri lah di laman Disdukcapil Medan.

Mengapa setiap perkawinan perlu dicatatkan dan diurus perkawinannya? Berikut saya kutip dari laman Disdukcapil.

Bukti sahnya perkawinan menurut Negara yang diperlukan sebagai dasar:

  • Legalitas kehidupan bersama
  • Pengurusan akta kelahiran anak yang dilahirkan, penerbitan KK
  • Tunjangan keluarga, asuransi, pensiun, perbankan
  • Perlindungan hukum bagi pasangan dan anak
  • Persyaratan melakukan gugat cerai

Karena begitu pentinglah maka saya urus. Pertama-tama sih saya lapor ke gereja dulu bahwa saya akan meminta berkat nikah. Pengurus jemaat dalam hal ini Sintua Wijk akan menjelaskan syarat-syarat dan tipsnya. Dulu sih yang mengurus semua catatan sipil adalah gereja, tapi sekarang harus urus sendiri. Nah sintua wijk saya mengatakan, uruslah semua berkas yang diperlukan dan mendaftarlah paling lama sebulan sebelum agar petugas catatan sipil dapat ke gereja.

Sibuklah saya urus berkas. Kalau di Medan ada kepala lingkungkan (kepling). Biasanya ke kepling dulu urus surat pengantar ke kelurahan dan selanjutnya. Yang paling menyebalkan adalah jika salah satu dari kalian masih memiliki Surat Kenal Lahir bukan Akta Lahir. Catatan sipil tidak mengenal lagi Surat Kenal Lahir. Jadi yang masih memiliki Surat Kenal Lahir segera urus. Tidak usah ditunda-tunda. Tidak dipungut biaya kok.

Tak dinyana saya terlambat. Petugas tidak bisa ke gereja. Ya sudahlah ya, petugas datang ke gedung. Saya tanda tangan semua yang perlu saya tanda tangani di gedung resepsi. Sebel.

Beberapa LAMA kemudian saya mendapatkan Akta Nikah saya. Rupanya tanggal saya tanda tangan catatan sipil berbeda dengan tanggal pemberkatan saya karena Surat Pemberkatan dari gereja tidak langsung saya serahkan. Seharusnya, surat dari gereja langsung diserahkan kepada petugas. Petugas tidak akan meminta Surat Pemberkatan tersebut, kita harus sadar sendiri dan aktif walaupun lagi ribet. Salahnya saya tidak bertanya. Meskipun kita lagi ribet kita harus tanya, “Perlu apalagi?”

Dalam pengurusan hal-hal penting seperti ini sebaiknya dilakukan sendiri. KTP, SIM, dan paspor selalu saya urus sendiri. Memang melelahkan tapi puas. Semua kelelahan terbayar dengan hasilnya.

Mungkin sebagian orang merasa itu tidak penting. Tapi bagi saya penting sekali. Jadi saya ingin membagikan pengalaman saya agar orang yang merasa hal ini penting tidak mengalami hal seperti saya. Sharing is caring, right?

xoxo,

.

S

Transfer Gratis dengan FLIP

logo

Logo FLIP (credit: flip.id)

Saya selalu suka dengan yang gratis-gratis. Kebetulan saya punya beberapa rekening bank yang perlu transfer-transfer. Apalagi sejak jadi istri. Bayar cicilan rumah, mobil, suami saya mana kepikiran gratisan beginian. Cuma 6500. Tapi kan kalau sering lumanyun juga. *jiwa emak-emak*

Dulu di bank Commonwealth ada program gratis transfer ke mana saja dengan cara kliring. Saya pun mengejar promo itu. Sekarang sudah tidak ada lagi. Sedih juga. Padahal program gratis transfernya ke semua bank loh. Asyik banget buat belanja online. Eh..

Tapi sekarang saya sudah punya cara baru transfer ke bank lain, yaitu dengan FLIP. Yeay!

FLIP ini merupakan jasa layanan transfer. Kenapa bisa gratis? Karena FLIP ini memiliki beberapa rekening bank. Sejauh ini rekening bank yang mereka miliki adalah BCA, BNI, BNI Syariah, BRI, CIMB, CIMB Syariah, Mandiri, Mandiri Syariah, dan Muamalat. Cukuplah untuk saya ya. Rinciannya bisa diliat FAQ di sini ya.

https://flip.id/

Jadi cara kerjanya kita transfer ke rekening bank milik FLIP  yang sesuai dengan rekening kita. Kan gratis tuh. Nah nanti si FLIP ini akan mentransfer uang kita ini dari rekening bank milik FLIP yang sesuai dengan rekening tujuan kita. Jadi gratis juga.

Misalnya saya mau transfer dari Mandiri saya ke CIMB Niaga saya. Saya harus transfer ke rekening mandiri FLIP, tentu supaya gratis ya saya transfer dari rekening mandiri saya. Setelah saya konfirmasi bahwa saya sudah transfer, FLIP akan mentransfer dana dari rekening CIMB Niaga FLIP ke rekening CIMB Niaga saya. Tutorial juga disediakan oleh tim FLIP loh di website mereka.

Beberapa kali mencoba FLIP, lama proses transfer bergantung pada internet dan antrean. Kadang jaringan suatu bank lagi down jadilah lebih lama. Sejauh ini yang paling lama sekitar 30 menit, dari Mandiri ke CIMB Niaga, antrean banyak, eh jaringan down.

Saya sih tidak masalah berapa lama prosesnya 10-30 menit masih okelah, toh selama proses kita bisa melakukan aktivitas lain. Tidak harus memerhatikan layar monitor. Eh tahu-tahu sudah selesai saja ditransfer.

Kekurangannya menurut saya ya, batas transfer FLIP cuma 5 juta perhari. Kadang perlu transfer dengan jumlah di atas itu. Tapi toh gratis ya, saya cukup menyediakan hari sesuai jumlah transferlah. Kalau memang buru-buru sekali ya transfer online saja, 6500. Semua sesuai kondisi saja.

Oh ya, jam operasional FLIP ini cukup oke. Hari Senin-Jumat pukul 09.00-19.00 WIB dan Sabtu pukul 09.00-14.00 WIB. Transaksi yang dilakukan diluar jam layanan akan FLIP proses pada jam layanan berikutnya. Oke kan?

Saya senang sekali dengan keberadaan FLIP ini yang ternyata adalah usaha anak-anak muda UI. FLIP ini diawasi Direktorat Inovasi dan Inkubasi UI dan sudah diberi lisensi oleh Bank Indonesia. Semakin tenang rasanya. Belum lagi sebelum transfer, kita diverifikasi tatap muka terlebih dahulu oleh ranger FLIP. Verifikasi tatap mukanya cukup 2 menit!

Asyik kan? Yuk daftar dan gunakan FLIP ID sekarang juga!

xoxo,

S

 

 

Harapan di 2017

Sudah hampir selesai Januari 2017, sebentar lagi berlanjut ke Februari dan seterusnya. Sebulan ini saya sesak napas mengikuti ritme hidup. Kondisi keuangan habis pesta dan operasi mata lagi rasanya kayak didudukin Panda yang lagi ngemil bambu. >.<

Saya rasa 2 bulan ke depan juga masih sesak nih. Saya realistis saja sih. Dengan menikah bukan berarti semua permasalahan selesai. Saya sadar hal ini jauh sebelum nikah, tetapi tetap saja setelah nikah ya sesak napas juga menghadapinya. Hehe. #laif

Every cloud has a silver lining.

Saya percaya setelah bulan-bulan sesak ini saya akan bahagia bersama suami. Wajar kok sekarang kami harus mengencangkan ikat pinggang. Kami berbulan madu ke eropa yang biayanya tidak sedikit. Saya operasi mata (lagi). KPR. Cicilan Mobil. Long Distance Marriage. HAHA.

Harapan utama saya di tahun ini saya boleh diberi kesempatan untuk bisa tinggal serumah dengan suami. Biaya bolak balik Jakarta Medan di akhir pekan lumayan ya, Sis. Bisa untuk yang lain. Kalau boleh dikasih bonus, saya pengin hamil dan melahirkan anak yang sehat jasmani dan rohani, terutama yang paling saya takutkan, mata.

Saya juga berharap semua orang yang saya kenal dan mengenal saya diberikan kesehatan jasmani dan rohani. 🙂

Oh ya, saya lagi baca buku bagus. Judulnya “5 Love Languages”oleh Gary Chapman. Nanti saya reviu ya.. 🙂

Selamat berakhir pekan dan bahagia.

xoxo,

.

S

Marriage Life


Saya lagi keranjingan drama korea Legend of The Blue Sea yang dibintangi Lee Min Ho. Oh ya, suami saya selalu merasa dia mirip Lee Min Ho. Entah dari mana dia mendapat pencerahan itu. Misteri!

Saat ini saya mau cerita bagaimana  dunia pernikahan yang baru berjalan 2 bulan setengah. Ternyata menikah itu tidak seindah bayangan saya selama ini. Banyak hal baru yang mengagetkan kami. Saya pikir menjadi pengantin baru itu luar biasa mesranya. Gaya humor kami yang biasa (pacaran 8 tahun) tetiba tidak lucu lagi. Gaya menye-menye saat pacaran ternyata bisa sangat tidak oke ketika sudah menikah. Huft.

Masalah menaikkan dudukan kloset saja bisa buat nada naik 1 oktaf. Adegan yang pernah saya lihat di drama, Korea tentunya, dengan tertawa mengejek sekarang adegan itu kami alami nyata. Blah!

Beberapa hal yang membuat shock lainnya lebih parah. Melibatkan hati, pikiran, dan air mata. Kalau di drama LOTBS, air mata ceweknya sih bisa jadi mutiara karena dia adalah putri duyung. Lah saya? Hahaha.. Mata yang habis operasi semakin merah dan bengkak hasilnya. Kalau tidak benar-benar yakin, please think thrice before say, “Yes, I do!”. Menikah tidak seindah drama Korea, pria tidak seromantis Lee Min Ho!

But we still each other’s soulmate. Sebegitu menyebalkannya suami saya dia tetaplah belahan jiwa saya. Tempat saya bersandar. Saya rasa begitu juga saya baginya. Sebegitu menyebalkannya saya, dia hanya ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama saya. *mewek*

It’s marriage life. You can only step forward and never get back.

.

xoxo,

S

Biar kere, kita honeymoon ke Eropa dong, kita kan kece.. Hahahahahaha..

Klo di blog ini enggak mau banyak cerita ah, kasih foto-foto bikin iri ajah.. 😀

img_9340

Yeay.. Ada Christmas Tree..

 

 

 

Hey, Bride!– xoxo, your senior

img_9561

Lihat saja senyum kita. 🙂

Yaowo, itu limusinnya warna PINK. ME WANT!

HARAM. JANGAN  DIBAYANGKAN!

Katanya ini patahan tembok Berlin….

Charlie Checkpoint…. agak ke kanan lagi sih..

Berlin FriedrichStrasse. SUKA.

Prague. Me love.

My Penguin in front of Prague Church.

Sun and I are shining. But where am I?

Belakangin Charles Bridge. Lupa foto pas di sana. Apa ketakutan dicopet. Lupa.

PRAGUE! ❤

Prague Castle. ❤

VATICAN!

 

CANTIK BANGET YA!

Wajah-wajah norak mau lempar koin… XD~

Opung-opung yang di belakang ganggu aja sik….

 

BEST. PANNA COTTA. EVER.

Basilica St. Pieter in the night.

Gelato enak enak enak enak.

ENAK POKOKNYA.

Dia mau foto di sini karena rindu lapo.

Foto di sini demi REINER VENARDUS PUTERA PURBA. ❤

OK, this is Mc D with the best view in the world. Monaco.

Mohon abaikan wajah bengep karena kedinginan.

 

Sekian foto-foto honeymoon kami.. Semoga suatu saat bisa ke sana lagi. 🙂

xoxo,

.

S

 

 

Honeymoon